Tingkatkan Nilai Tambah Kenari, Tim Unhas Transfer Teknologi Pengolahan Pascapanen di Kepulauan Selayar

KEPULAUAN SELAYAR – Tim pengabdian Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan bertema “Peningkatan Nilai Tambah Kenari Melalui Transfer Teknologi Alat Pemecah dan Pengolahan Pascapanen Berbasis Masyarakat di Kepulauan Selayar” pada 27–29 Juni 2026 di Desa Buki Timur, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah kenari menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi melalui penerapan teknologi tepat guna, mulai dari proses pemecahan, pengolahan, hingga pengemasan produk.

Tim pengabdian yang terlibat yaitu Ir. Diyah Yumeina, S.TP., M.Agr., Ph.D, Dr. Abdul Azis, S.TP., M.Si, Dr. Gemala Hardinasinta, S.TP, Febriana Intan Permata Hati, S.TP., M.Sc, Muhpidah, S.TP., M.Si, Kurniati Latief, S.I.Kom, dan Andi Siska Ayu Angraini, S.TP.

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin. Tim menyampaikan terima kasih kepada LPPM Unhas atas dukungan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pelatihan penggunaan alat pemecah kenari semi mekanis untuk membantu proses pengupasan biji kenari. Selama ini kenari masih di kupas manual dengan menggunakan parang dan palu yang cukup berbahaya dan tidak ergonomis.  

Selain pemecahan, masyarakat juga diperkenalkan dengan teknologi pengolahan kenari panggang melalui beberapa tahapan, yaitu perebusan biji kenari pada suhu 90°C selama 3 menit untuk mengurangi rasa sepat, kemudian proses penyangraian menggunakan oven pada suhu 150°C selama 20 menit. Penggunaan laser digital temperature meter juga diperkenalkan untuk membantu mengontrol suhu apabila oven belum memiliki pengatur suhu. Pengolahan pasca panen ini diberikan sebagai pilihan bagi masyarakat untuk mengolah kenari menjadi produk yang lain, hal ini karena kenari banyak dijual dalam bentuk bercangkang dengan harga sekitar Rp25.000 per liter, sementara permintaan meningkat terutama menjelang hari raya.

Setelah proses pemanggangan, produk didinginkan menggunakan bantuan kipas angin sebelum masuk tahap pengemasan. Tim memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan kemasan untuk meningkatkan daya tarik konsumen dan nilai ekonomi produk. Masyarakat disarankan menggunakan kemasan plastik yang dilengkapi seal serta mencantumkan informasi produk seperti nama produk, logo halal apabila telah memiliki sertifikat halal, logo UMKM, foto produk, komposisi, produsen, berat produk, nomor BPOM/IRT, dan tanggal produksi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Buki Timur diharapkan mampu mengembangkan produk olahan kenari yang lebih berkualitas, memiliki daya saing, serta meningkatkan pendapatan melalui pengolahan pascapanen berbasis teknologi.

Program ini turut mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan pengolahan pangan serta SDGs 9 (Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan) melalui pemanfaatan potensi sumber daya wilayah.

Let's talk

If you want to get a free consultation without any obligations, fill in the form below and we'll get in touch with you.