Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertanian Unhas Latih Santri di Selayar Terapkan Irigasi Tetes Otomatis Berbasis ESP32

Kepulauan Selayar – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Kelompok Tani Hortikultura Pertanian Cerdas Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar” pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim, Desa Karajaang, Kecamatan Bontomanai, dan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri atas pengajar serta santri dan santriwati pesantren tersebut.

Tim yang diterjunkan terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sitti Nur Faridah, M.P., Muhammad Tahir Sapsal, S.TP., M.Si., Imam Zulfikar, A.Md., serta seorang mahasiswa, Herry Setiawan Hatta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PKM) dan terlaksana atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pengontrolan irigasi otomatis dan sistem irigasi tetes kepada peserta. Sistem yang didemonstrasikan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang bekerja membaca data dari sensor kadar air tanah secara real-time. Ketika kadar air pada media tanam telah memenuhi ambang batas yang ditentukan, sistem secara otomatis akan memutus aliran listrik menuju solenoid valve, sehingga suplai air ke tanaman terhenti dengan sendirinya tanpa perlu pemantauan manual secara terus-menerus.

Materi pelatihan disampaikan secara bertahap, mulai dari penjelasan konsep dasar, perakitan instalasi selang dan komponen irigasi tetes, hingga praktik langsung pemasangan sistem di lahan tanam pesantren yang ditanami berbagai jenis sayuran dan tanaman hortikultura.

Kegiatan turut melibatkan santri dan santriwati secara aktif dalam sesi praktik lapangan, termasuk perakitan jaringan pipa dan kabel sensor, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoretis tetapi juga memperoleh pengalaman langsung merakit dan mengoperasikan sistem.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong penerapan pertanian cerdas (smart farming) di wilayah kepulauan, yang secara geografis menghadapi tantangan ketersediaan air dan efisiensi tenaga kerja pertanian. Dengan sistem irigasi otomatis, kebutuhan air tanaman dapat dikelola lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan pada penyiraman manual.

Kegiatan ini diselaraskan dengan dua target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dari sisi SDG 1 – Tanpa Kemiskinan, penerapan sistem irigasi otomatis diharapkan membantu kelompok tani hortikultura di pesantren meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya tenaga kerja penyiraman manual, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi. Sementara itu, dari sisi SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang teknologi pertanian kepada santri dan santriwati serta pengajar pesantren, sehingga memperluas akses mereka terhadap pendidikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pengembangan pertanian di wilayah kepulauan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Unhas berharap santri dan pengajar Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim dapat melanjutkan penerapan sistem irigasi otomatis secara mandiri di lahan pertanian pesantren, sekaligus menjadi bekal keterampilan teknis yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan pengabdian semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah-wilayah kepulauan lain yang memiliki tantangan serupa dalam pengelolaan sumber daya air untuk pertanian.

Let's talk

If you want to get a free consultation without any obligations, fill in the form below and we'll get in touch with you.